PENGARUH TEKANAN PANAS TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA SHAPING FOLDING
HEAT PRESSURE EFFECT AGAINTS WORK FATIGUE ON SHAPING FOLDING WORKERS
Keywords:
kelelahan kerja; tekanan panas; reaction timerAbstract
Industri makanan dengan proses produksinya menyebabkan kecelakaan akibat
kerja dan penyakit akibat kerja seperti di PT. X. Hasil survei awal pengukuran
tekanan panas rata-rata pada bagian shaping folding adalah 36,7 ⁰C, dan hasil
pengukuran kelelahan kerja berada di tingkatja sedang. Kondisi panas yang
berlebihan akan menyebabkan kelelahan dan kantuk, mengurangi stabilitas
kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh
tekanan panas terhadap kelelahan kerja pada tenaga kerja shaping folding di
Unit 2 PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Unit 2 PT.X pada tahun
2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling
dengan hasil sampel sebanyak 50 orang. Instrumen penelitian untuk mengukur
tekanan panas menggunakan Area Heat Stress Monitor dan kelelahan
menggunakan reaction timer. Tekanan panas di tempat kerja dan kelelahan
kerja dengan uji data statistik Pearson Product Moment. Hasil tekanan panas
tertinggi 37,4 ⁰C dan kelelahan tertinggi dengan waktu reaksi 628 mili detik.
Dari hasil pengukuran diketahui 34 orang mengalami kelelahan kerja sedang.
Hasil analisis dengan uji Pearson Product Moment, terdapat pengaruh yang
signifikan antara tekanan panas dengan kelelahan kerja (p value = 0,000).
Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh tekanan panas terhadap kelelahan
kerja pada tenaga kerja membentuk lipat di Unit 2 PT. X.