PENGARUH BEBAN KERJA MENTAL DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT RAWAT INAP DI RSUD NGANJUK
DOI:
https://doi.org/10.21111/jihoh.v10i2.31Keywords:
beban kerja mental, kinerja, stres kerjaAbstract
Penurunan jumlah kunjungan pasien tahun 2024 disertai survei kepuasan pasien sebesar 51% menunjukkan banyak keluhan pada pelayanan keperawatan sehingga kinerja perawat dianggap kurang dilakukan dengan baik. Selain itu hasil pra survei 4 perawat memiliki beban kerja mental tinggi dan stres sedang yang dapat menurunkan kualitas pelayanan. Penelitian ini mempunyai tujuan guna menguji serta menganalisis baik pengaruh langsung beban kerja mental terhadap kinerja perawat, maupun pengaruh tidak langsung melalui stres kerja. Studi ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Nganjuk dengan 159 responden perawat rawat inap dan dipilih menggunakan random sampling. Terdapat 3 variabel penelitian yaitu beban kerja mental diukur menggunakan instrumen NASA-TLX, variabel stres kerja diukur menggunakan kuesioner ENSS, dan variabel kinerja diukur menggunakan kuesioner adaptasi Nursalam. Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya beban kerja mental terbukti memberikan pengaruh kuat signifikan terhadap kinerja perawat. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwasannya secara tidak langsung beban kerja mental melalui stres kerja dapat mempengaruhi kinerja perawat, tetapi pengaruh langsung lebih besar dari pengaruh total sehingga stres kerja bukan variabel intervening/mediasi. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu beban kerja mental secara langsung dapat menurunkan kinerja perawat tanpa melalui stres kerja.