IDENTIFIKASI GAP KEMAMPUAN ANALISIS K3 MAHASISWA MELALUI JOB SAFETY ANALYSIS PADA PEKERJAAN PRAKTIK PERMESINAN DASAR

Authors

  • Dwi Damara Agasta S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang
  • Marsono Marsono S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang
  • Yayi Febdia Pradani S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.21111/jihoh.v10i2.36

Keywords:

analisis keselamatan kerja, Job Safety Analysis, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pendidikan teknik mesin

Abstract

Kecelakaan kerja di Indonesia mencapai 370.747 kasus pada tahun 2023, mengindikasikan urgensi peningkatan pemahaman K3 sejak pendidikan tinggi. Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin sebagai calon guru SMK memiliki peran krusial dalam menanamkan budaya K3. Penelitian ini menganalisis gap pemahaman K3 mahasiswa melalui dokumen Job Safety Analysis (JSA) yang mereka susun dalam praktikum mesin. Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis 75 langkah kerja dari JSA yang disusun 32 mahasiswa angkatan 2024 Universitas Negeri Malang dalam 5 kelompok praktikum. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten model Miles, Huberman, dan Saldana dengan sistem pengkodean kesalahan. Hasil menunjukkan gap signifikan pada semua aspek JSA: APD tidak sesuai karakter bahaya (80,00%), pengendalian tidak mengikuti hierarki kontrol K3 (58,67%), pengendalian normatif (50,67%), identifikasi bahaya terlalu umum (46,67%), dan dampak risiko tidak proporsional (40,00%). Temuan kritis menunjukkan mahasiswa cenderung menggunakan APD generik, langsung mengusulkan APD tanpa mempertimbangkan engineering control, dan memberikan rekomendasi normatif yang tidak operasional. Kasus ekstrem ditemukan pada kelompok yang menuliskan definisi kategori bahaya untuk 23 langkah tanpa analisis spesifik. Penelitian menyimpulkan mahasiswa memahami K3 secara prosedural tetapi lemah dalam pemahaman konseptual tentang mekanisme kecelakaan dan hierarki kontrol. Gap ini berimplikasi serius terhadap kualitas pembelajaran K3 sebagai guru SMK, berpotensi menciptakan cascading effect pemahaman lemah ke generasi berikutnya. Rekomendasi meliputi pembelajaran berbasis kasus, penguatan hierarki kontrol, integrasi K3 dengan praktikum, peer review, dan kolaborasi industri.

Downloads

Submitted

2026-04-15

Published

2026-04-30