ANALISIS PERSEPSI PEKERJA KONSTRUKSI TERHADAP PELAKSANAAN SISTEM TANGGAP DARURAT
DOI:
https://doi.org/10.21111/jihoh.v10i1.57Keywords:
konstruksi, persepsi, sistem tanggap daruratAbstract
kerja tertinggi yaitu 32% dari seluruh jenis kecelakaan kerja dan menduduki peringkat pertama dalam jumlah total kecelakaan kerja. Salah satu upaya untuk meminimalisir kerugian dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan merencanakan, melaksanakan, dan mengelola sistem tanggap darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana persepsi pekerja konstruksi terhadap pelaksanaan sistem tanggap darurat, terutama di PT. Brantas Abipraya (Persero). Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan wawancara dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Informan penelitian ini adalah pekerja lapangan yang memenuhi kriteria sebanyak 10 informan. Hasil penelitian berdasarkan proses pembentukan persepsi pekerja terhadap penerapan sistem tanggap darurat di proyek NCICD PT. Brantas Abibpraya (Persero) terdapat empat temuan yaitu situasi keadaan darurat, sistem tanggap darurat, simulasi tanggap darurat, dan sarana dan prasarana tanggap darurat. Persepsi pekerja terhadap penerapan sistem tanggap darurat merupakan suatu proses dan sistem yang dikembangkan oleh perusahaan untuk mengantisipasi keadaan darurat, yang membutuhkan pengetahuan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan yang ada, serta fasilitas tanggap darurat dan didukung melalui penyediaan sarana dan prasarana tanggap darurat. Peneliti merekomendasikan agar perusahaan memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait tanggap darurat serta meninjau kembali perencanaan pelaksanaan simulasi tanggap darurat.