HUBUNGAN WORK CAPASITY DAN TASK DEMAND DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DISORDER PEKERJA PT. X

THE RELATIONSHIP OF WORK CAPACITY AND TASK DEMAND WITH MUSCULOSKELETAL DISORDER COMPLAINTS OF PT. X

Authors

  • Afan Alfayad Universitas Airlangga
  • Endang Dwiyanti Universitas Airlangga
  • Jayanti Dian Eka Sari Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.21111/jihoh.v9i1.85

Keywords:

Kebiasaan Olahraga, Keluhan MSDs, Lama Kerja, Postur Kerja, Status Gizi

Abstract

Perkembangan revolusi industri 4.0 meningkatkan akumulasi persebaran
perusahaan di Indonesia mencapai 300.099 perusahaan. Perusahaan
tersebut salah satunya adalah manufaktur yang menyerap 5.902.367 tenaga
kerja pada tahun 2020. Penyerapan tenaga kerja yang besar mengharuskan
perusahaan menyediakan lingkungan kerja aman guna mencegah
kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Berdasarkan observasi awal
menunjukkan adanya kegiatan manual handling yang memengaruhi
penyakit akibat kerja yaitu muskuloskletal disorder. Tujuan penelitin ini
adalah menganalisis aspek keseimbangan ergonomi berupa work capacity
dan task demand dengan keluhan MSDs pada pekerja Departemen MPC
(Material Preparation Colouring) PT. X Surabaya. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.
Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Responden pada penelitian
ini adalah 30 pekerja Departemen MPC PT. X Surabaya. Variabel yang
diteliti adalah keluhan MSDs, status gizi, kebiasaan olahraga, postur kerja,
dan lama kerja. Analisis hubungan dilakukan secara deskriptif dengan
menggunakan chi-square dan nilai koefisien kontigensi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa mayoritas pekerja Departemen MPC PT. X Surabaya
sebesar 53,3% mengalami keluhan muskuloskletal disorder. Hal ini
menunjukkan adanya hubungan kuat antara postur kerja dengan keluhan
MSDs (c=0,654; p-value=0,00), adanya hubungan sedang antara lama
kerja dengan keluhan MSDs (c=0,407; p-value=0,04), adanya hubungan
sedang antara kebiasaan olahraga dengan keluhan MSDs (c=0,441; p
value=0,04), dan adanya hubungan sedang antara status gizi dengan
keluhan MSDs (c=0,484; p-value=0,04). Berdasarkan hasil penelitian,
maka rekomendasi yang dapat diselenggarakan diantaranya penyediaan
stasiun dan alat kerja berupa conveyor, melakukan re-desain stasiun kerja
sesuai dengan rata-rata antropometri pekerja Departemen MPC PT. X
Surabaya, pengadaan senam atau olahraga, dan sosialisasi aktivitas manual
handling, gerakan repetitif, serta posisi statis dalam bekerja.

Submitted

2026-05-08

Published

2026-05-11