PAPARAN DEBU DAN RISIKO GANGGUAN FUNGSI PERNAFASAN PADA PEKERJA DI INDUSTRI PENGOLAHAN BIJIH MINERAL: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS
DUST EXPOSURE AND RISK IMPAIRED LUNGS FUNCTION IN WORKERS OF MINERAL ORE PROCESSING: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
DOI:
https://doi.org/10.21111/jihoh.v9i1.98Keywords:
debu respirabel; pajanan debu; penurunan fungsi pernafasan; pengolahan bijih mineralAbstract
Pengolahan bijih mineral melibatkan beberapa proses yang menghasilkan
debu, seperti penggilingan, penghancuran, dan flotasi. Debu yang
dihasilkan, terutama partikel berukuran <10 μm, dapat terhirup dan
terdeposit di paru-paru, sehingga berisiko menyebabkan penurunan fungsi
pernafasan. Namun, berbagai faktor dapat mempengaruhi tingkat efek
paparan debu terhadap kesehatan pekerja. Penelitian ini dilakukan dengan
metode tinjauan literatur sistematis, menggunakan kata kunci “mineral ore
processing”, “dust exposure”, dan “impaired lung function”. Pada basis
data ilmiah seperti Science Direct, Google Scholar, dan ProQuest. Artikel
ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2024 menjadi fokus
kajian. Hasil pemetaan literatur berdasarkan PRISMA-ScR menunjukkan
sebanyak 15 artikel ilmiah relevan telah dianalisis. Penelitian ini
mengkonfirmasi bahwa debu di industri pengolahan bijih mineral menjadi
risiko kesehatan pernafasan yang signifikan bagi pekerja. Paparan debu
dapat menyebabkan masalah kesehatan dari penurunan fungsi pernafasan
hingga Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK). Komposisi kimia dan
konsentrasi debu respirabel yang bervariasi, serta faktor lingkungan seperti
kelembaban dan arah angin, turut mempengaruhi tingkat pajanan debu
terhadap pekerja. Oleh karena itu, pengendalian debu secara efektif pada
sumbernya dan penerapan manajemen risiko yang baik menjadi sangat
penting untuk mengurangi paparan debu terhadap pekerja dan mencegah
terjadinya penurunan fungsi pernapasan.